Waspada Penipuan Melalui SMS!

Waspada Penipuan Melalui SMS!

Berikut kami sampaikan imbauan dari Rektor Telkom University Prof. Ir. Mochamad Ashari M. Eng. P.hD. Pak Rektor mengimbau seluruh dosen dan mahasiswa untuk berhati-hati terhadap penipuan dengan modus mengatasnamakan pejabat tertentu. Imbauan ini perlu dikeluarkan karena dua hari lalu telah terjadi upaya penipuan yang mengatasnamakan Wakil Rektor III AMA Suyanto yang ditujukan kepada salah seorang mahasiswa.

Isi pesan itu bertuliskan sebagai berikut:

“Siang, Saya Ir. AMA Suyanto,MBA, (WR 3 UNITEL) Ada Undangan RakerNas Peningkatan Mutu & Kinerja Tenaga Pendidikan Dari DITJEN DIKTI, Untuk Yth Milla Hanifah, (Mahasiswa Informatika/UniTEL) Yg Akan Mdpingi Sy, Dgn No.Peserta 09998577, Akan Di Slnggarakan Di Hotel Grand Cempaka JKT, Pada Tgl 27-28 Sep 2014, Biaya Transportasi & Akomodasi Di Tanggung Oleh Pihak Pnylenggara Rp.5jt/Peserta. Utk Penerimaan Dana Harap Di Hbngi Ketua Panitia Di DIKTI, Yaitu Prof.Dr.Handoko,MM, Di 081235742344, Di Hbngi Skrg Jg Sdh Di Tunggu, Skrg Sy Ada Di Luar Kota, Jadi Undangannya Bisa Di Ambil Hari Senin Di Ruangan Sy. Tks.”

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Dr. Heroe Wijanto menduga, pelaku berusaha mengganti nama-nama pejabat yang mereka catut dengan intensitas penipuan yang semakin gencar. “Bulan lalu nama saya yang dicatut. Kali ini yang dicatut nama Pak Ama. Kemungkinan frekuensinya sudah meningkat menjadi bulanan karena sebelumnya sekitar per tiga bulan.”

Menurut Prof Ashari, penipuan seperti ini – biasanya dengan menggunakan pesan pendek (SMS) merupakan modus lama yang sudah sering dilakukan para penipu. Pelaku, biasanya menyebarkan pesan kepada orang-orang yang entah dari mana nomor telepon genggamnya bisa diketahui pelaku. Setelah itu, jika korban percaya pada isi pesan, pelaku minta korban untuk menghubunginya. Lalu pelaku akan meminta korban datang ke ATM terdekat dengan dituntun oleh pelaku via telepon dan diminta cek saldo untuk mencari info tentang uang yang akan diterimanya.

“Padahal korban akan diminta memencet tombol ‘transfer’, katanya untuk menerima dana transfer padahal justru uang kita yang ditransfer keluar.”

Untuk mengantisipasi agar tidak ada korban terutama di kalangan civitas akademika Telkom University, Rektor meminta agar semua pihak berhati-hati. Satu hal yang perlu dicatat, pinsip dasar komunikasi kedinasan dari Dirjen Perguruan Tinggi (Dikti) tidak mungkin melalui SMS langsung ke dosen atau mahasiswa tanpa surat resmi melalui Rektor.

Demikian imbauan dari Pak Rektor ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian kita semua. Terimakasih.

Leave a Reply