Tim Robotik menjadi juara di Singapura

Tim Robotik menjadi juara di Singapura

Tim Robotik Fakultas Ilmu Terapan kembali meraih prestasi gemilang. Kali ini pada ajang Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2018. SAFMC merupakan sebuah kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh DSO National Laboratories dan Science Centre Singapore. Tim Robotik SAS berhasil meraih Best Presentation untuk kategori Semi-Autonomous Quadcopter/Drone.

Mahasiswa Telkom University yang berlaga di kompetisi ini ada 4 orang yaitu Pilot : Ryan Febriansyah, Programmer : M. Muchlis Kurnia (D3 Teknik Komputer 2016), Mechanic/Co-Pilot : Alfikri D. Pratama , Observer : Indah Trizkiyani (D3 Teknik Komputer 2014).

Robot Quadcopter yang dirancang oleh tim robotik

Tim Telkom University meraih prestasi menurut M. Muchlis Kurnia, fitur karya yang dibuat lebih lengkap dari kompetitor. Secara spesifik, Muchlis dan rekan membuat sebuah drone yang mampu mengantarkan air dan barang juga memonitoring spot-spot tertentu. Ryan yang bertugas sebagai pilot drone menambahkan, semi auto merupakan drone yang sudah bisa menentukan tinggi terbang dan posisi hold secara otomatis.

Pada tahun ini SAFMC digelar mulai dari Maret 2018 hingga 7 April untuk Awards Presentation Ceremony. Kompetisi tingkat internasional ini didatangi peserta dari berbagai negara. Semuanya berlaga menunjukkan kreativitas karya masing-masing dan menjadi yang terbaik.

Muchlis menuturkan tidak mudah untuk bersaing dengan tim dari belahan negara lain seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tapi kerjasama tim membuat mereka optimis menaiki anak tangga kompetisi. Hasilnya, sebuah medali penghargaan diraih sebagai buah prestasi dan pecutan semangat kedepannya.

Bapak Simon Siregar selaku dosen pembimbing menyampaikan bahwa lomba banyak sekali kendala yang dihadapi pada lomba kali ini. Diantaranya adalah adanya batasan berat dari robot. Robot yang diikutkan kali ini menurut panitia melebihi berat yang diperbolehkan. Sehingga tim FIT mendapat nilai pinalti. Pada saat lomba, robot diminta melakukan sebuah misi penyelamatan, setiap misi yang berhasil akan mendapat poin. Kesulitan lainnya adalah sebelum lomba peserta tidak mendapat informasi seperti apa jalur yang akan dilalui oleh robot.

Setelah lomba, peserta juga diminta menyampaikan presentasi di depan juri mengenai robot yang telah dirancang. Tentunya dalam bahasa Inggris. Banyak sekali pertanyaan yang ditanyakan juri. Para mahasiswa FIT berhasil memukau Dewan juri, sehingga berhasil meraih hadiah best presentation menyisihkan tim lain dari Republic Polytechnic, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University, Singapore Polytechnic.

disadur dari:

https://telkomuniversity.ac.id/telkom-university-unjuk-gigi-pada-ajang-singapore-amazing-flying-machine-competition-2018/

tentang lomba SAFMC

Home

Tags:

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.